A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/mgl011/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/mgl011/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/mgl011/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/mgl011/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/mgl011/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/mgl011/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/mgl011/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/mgl011/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Candi Mendut

disparbud Wisata Budaya

Candi Mendut yang terletak di desa Mendut, Kec. Mungkid, Kab. Magelang sekitar 3 km dari Candi Borobudur. Candi ini sangat unik karena berbeda dengan candi-candi lain di Jawa bahkan di Indonesia pada umumnya dimana pintu masuknya menghadap ke timur, akan tetapi pintu masuk pada Candi Mendut menghadap ke arah Matahari terbit yaitu arah barat laut. Selain itu hiasan yang terdapat pada Candi Mendut  terukir berselang-seling berupa makhluk-makhluk kahyangan, yaitu dewata Gandarwa dan Apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Candi ini terbuat dari batuan andesit dengan luas keseluruhan 13,7x13,7 dan menjulang setinggi 26,4 meter dengan stupa kecil sebanyak 48 buah pada bagian atasnya. Sampai saat ini para ahli belum dapat memastikan kapan waktu persis pendirian Candi Mendut (catatan sementara pada tahun 824 Masehi) dan berdasarkan Prasasti Kayumwungan yang ditemukan di Karangtengah memberikan sedikit informasi bahwa Candi Mendut ini dibangun oleh Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Bangunan suci tersebut diberi nama Venunava atau yang artinya hutan bambu. Candi ini awalnya diketemukan seorang arkeolog Belanda bernama J.G. de Casparis tahun 1836. Berikutnya pada 1897 hingga 1904 dilakukan pemugaran pada bagian kaki dan tubuh candi. Tahun 1908 hingga 1925 kembali dipugar oleh Theodoor van Erp hingga puncak yang terdiri dari tiga kubus yang disusun mengkerucut mirip atap candi-candi di Dieng dan Gedongsanga.

Di dalam Candi Mendut terdapat 3 (tiga) patung besar yaitu :

  1. Cakyamuni  menghadap ke barat yang sedang duduk bersila dengan posisi tangan memutar roda dharma.
  2. Awalokiteswara menghadap ke selatan sebagai Bodhi Satwa membantu umat manusia (Awalokiteswara merupakan patung amitabha yang berada di atas mahkotanya, Vajrapani. Ia sedang memegang bunga teratai merah yang diletakkan di atas telapak tangan.
  3. Maitreya menghadap ke utara sebagai penyelamat manusia di masa depan.

Selain itu ragam relief yang masih terlihat jelas di kaki, tubuh, hingga atap candi ini mengandung cerita moral dengan tokoh-tokoh binatang sebagai pemerannya seperti cerita "Brahmana dan Kepiting", "Angsa dan Kura-kura", "Dua Burung Betet yang Berbeda", dan "Dharmabuddhi dan Dustabuddhi". Dalam relief "Brahmana dan Kepeting", menceritakan kisah seorang brahmana yang menyelamatkan seekor kepiting dan kemudian kepiting itu membalas budi dengan menyelamatkan brahmana dari gangguan gagak dan ular. Dalam relief "Angsa dan Kura-kura", menceritakan seekor kura-kura yang diterbangkan dua ekor angsa ke danau. Karena emosi dalam menangapi ejekan orang maka kura-kura melepaskan gigitannya sehingga jatuh ke tanah dan akhirnya mati. Dalam relief "Dua Burung Betet yang Berbeda", menceritakan dua burung betet yang sangat berbeda karakter karena yang satu dibesarkan oleh seorang brahmana dan satunya lagi oleh seorang penyamun. Dalam relief "Dharmabuddhi dan Dustabuddhi", menceritakan dua orang sahabat yang berbeda tabiat, yaitu Dustabuddhi dan Dharmabuddhi. Dustabuddhi menuduh Dharmabuddhi melakukan perbuatan tercela namun akhirnya Dustabudhi yang jahat dijatuhi hukuman. Di bagian belakang candi terdapat relief terbesar yang menggambarkan Buddha Avalokitesvara.

Candi Mendut disebut juga candi bertuah, karena banyak pasutri yang belum dikaruniai anak memohon ke Dewi Kesuburan. Di sebelah kiri pintu masuk di bilik candi terlihat relief Hariti yang tergambar sedang duduk sambil memangku anak, di sekelilingnya terdapat beberapa anak yang sedang bermain. Menurut cerita, HARITI awalnya adalah raksasa yang gemar makan manusia. Namun setelah bertemu Sang Budha ia bertobat dan berubah manjadi pelindung anak-anak. Bahkan dikenal dengan Dewi Kesuburan (Fertility Goddes).

Harga Tiket untuk wisatawan nusantara/lokal hanya sebesar Rp 1.500,- dan wisatawan mancanegara/asing sebesar USD 3,-.

Untuk parkir kendaraan untuk sepeda angin sebesar Rp 1.000,-, sepeda motor sebesar Rp 2.000,-, roda 4 kecuali bus kecil sebesar Rp 5.000,-, bus kecil/bus sedang sebesar Rp 10.000,- dan untuk bus besar sebesar Rp 15.000,-.