
Insert : Kepala Desa Sukomakmur , Kajat saat memberikan sambutan dalam Sumbing Art, Ritual and Culture Perfomance
Rabu, 26 Oktober 2022, Sumbing Art, Ritual and Culture Perfomance sukses digelar di halaman Parkir Barat Nepal Van Java, Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Phalita Javanesia yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Desa Sukomakmur, serta Pemerintah Desa Temanggung. Demikian dikatakan oleh Sigit ismaryanto Founder Yayasan Phalita Javanesia saat diwawacarai disela-sela acara Sumbing Art di Dusun Butuh, Desa temanggung Kecamatan Kalianngkrik
โAcara ini digelar guna memberikan panggung bagi potensi tradisional yang ada di Desa Sukomakmur dan Temanggung, sekaligus mengembangkan dua Kawasan wisata yang saat ini sedang viral di kalangan masyarakat, yaitu Nepal Van Java dan Negeri Sayur Sukomakmur.โ Ujar Sigit.
Insert : Kemeriahan Sumbing Art, Ritual and Culture
Perfomance
Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi para petani yang mayoritas tergabung dalam kelompok seni yang ada di wilayah tersebut. Mengusung konsep Festival Budaya Tani, para kelompok seni bebas berekspresi melalui pementasan yang menggabungkan seni, budaya, dan ritual.
Insert : Sigit ismaryanto Founder Yayasan Phalita Javanesia
1000
orang pelaku seni turut berpartisipasi dalam kemeriahan 2nd Sumbing
Art, Ritual, and Culture Performance. Para pelaku seni tersebut menampilkan 15
pertunjukan kesenian dengan durasi tampil masing-masing 30 menit. Acara ini
digelar secara hybrid, di mana masyarakat setempat dan wisatawan dapat
menyaksikan secara langsung, serta secara virtual melalui chanel Youtube
Yayasan Phalita Javanesia Sukomakmur. Hingga saat ini, video 2nd
Sumbing Art, Ritual, and Culture Perfomance telah menjangkau 4 ribu penonton di
platform youtube.***) Diah Sri Hardiyanti KKN UIN Yogyakarta