Borobudur, 12 Agustus 2022.
Badan Otorita Borobudur (BOB) menginisiasi sebuah tarian Soledo Gelang Projo yang merupakan gabungan unsur seni tradisional dari tiga kabupaten yakni Kabupaten Magelang, Kulonrogo dan Purworejo, demikian diuangkapkan olehPlt. Direktur Utama BOB (Direktur Destinasi Pariwisata) Agustin Peranginangin saat jumpa press di Balkondes Wanurejo Borobudur.
“Kolaborasi ini dapat meningkatkan atraksi di destinasi pariwisata super prioritas Borobudur. Mengingat sejak adanya pandemi Covid 19 perkembangan pariwisata cenderung mengedepankan quality tourism bukan lagi quantity tourism. Sehingga pelaku periwisata dituntut lebih meningkatkan kreatifitas terobosan melalui pengembangan 3A yakni Attraction, accessibility, dan amenity.”Tandas Agustin Paranginangin
Insert : Saat Jumpa Pers Launching Tarian Soledo
Hadir dalam acara ini Agus Rochiyardi - Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Bisma Jatmika - Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Joko Mursito,S.Sn., M.A - Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Slamet Ahmad Husein, Stephanus Aan Isa Nugroho, S.STP, M.Si - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo dan Prima sebagai Operasional Manager PT TWC.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan olahraga Kabupaten Magelang, S. Achmad Husein, S.E, MM mengatakan bahwa pilihan tari Soreng karena dalam perkembangannya tari keprajuritan ini sangat berkembang baik setelah tampil di Istana pada tahun 2019. Selain itu saat ini tari Soreng juga masuk dalam Pokok Pokok Pemikiran Pengembangan Kebudayaan (PPKD) Kabupaten Magelang yang diserahkan dalam Konggres Kebudayaan di Jakarta. Diantara tari Soreng ada pilihan lain yakni tari Kubrosiswo dan Dayakan atau Topeng Ireng.
"Itulah kenapa kami memilih Soreng. Adapun tari Soreng sendiri tari keprajuritan. Namun sejak era 60 an kemudian menjadi sebuah tari yang masih keprajuritan tapi dItambah semacam sendratari ada cerita didalamnya, ada penambahan penambahan tokoh tokoh. Inilah kenapa kami memilih Soreng," imbuh Husein.

Secara khusus Husein optimis jika mendatang tari Soledo Gelang Projo dapat menjadi ikon baru di desa-desa wisata. Hal itu karena desain tari tersebut dapat menyesuaikan waktu dan lokasi, baik itu ditampilkan secara kolosal maupun persembahan selamat datang kepada wisatawan.
"Saya yakin dan optimis ini akan menambah atraksi budaya yang kita miliki mengingat tari ini bisa tampil di lokasi lokasi wisata perbukitan Menoreh karena musiknya sudah keras tanpa penari banyak pun atraksi sudah bisa dilaksanakan, Kami tidak sendiri, tapi juga melibatkan dinas pendidikan dan kebudayaan karena memang sejak awal kita sudah sepakati ini mudah mudahan bisa menjadi identitas baru " pungkas Husein.
Tari Soledo Gelang Projo ini melibatkan 36 penari dan 16 pengrawit dari masing masing Kabupaten dengan total 108 penari dan 48 pengrawit.***) Pemasaran dan Ekraf